liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Viral Bayi 54 Hari Meninggal Setelah Minum Jamu, ini Imbauan Kemenkes


Jakarta

Baru-baru ini viral di media sosial terkait seorang bayi berusia 54 hari yang meninggal setelah meminum ramuan tradisional tersebut. Bahannya terdiri dari perasan kencur dan daun kecipir.

Akibatnya, bayi tersebut mengalami sesak napas dan infeksi paru-paru. Alih-alih membawanya ke dokter, keluarga bayi justru menyarankan agar bayi diberi obat tradisional.

Karena kondisi bayi semakin parah, akhirnya bayi tersebut dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, bayi tersebut meninggal karena terlambat dioperasi.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Kasus ini menarik perhatian Ketua Perhimpunan Pengembangan Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Dr Dr Inggrid Tania, MSi. Ia mengingatkan, bayi di bawah satu tahun dilarang makan pohon kecipir.

Tanaman kecipir merupakan tanaman kacang-kacangan (kacang-kacangan) yang kaya akan nutrisi. Namun, kecipir juga memiliki risiko alergi yang sama dengan kedelai.

“Agar lebih aman, setiap bagian dari pohon kecipir dapat dikenalkan sebagai makanan nabati mulai dari bayi usia 1 tahun dengan dosis sayur yang normal (1-2 sendok makan maksimal 3-4 kali sehari),” ujar seorang siaran pers, Jumat (20/1/2023).

Protein pada daun kecipir dapat menyebabkan gejala alergi seperti sesak napas. Namun, tidak menutup kemungkinan bayi mengalami sesak napas akibat infeksi paru-paru sebelum diberikan ramuan tradisional.

Diungkapkan dalam keterangan tertulis, ramuan tradisional tersebut biasanya terbuat dari daun kecipir mentah. Daun kecipir mentah mengandung sejumlah kecil glikosida sianida yang sangat beracun.

“Penting untuk dicatat bahwa daun kecipir mentah mengandung sejumlah kecil glikosida sianida beracun yang dapat dihilangkan dengan memasak atau merebus daunnya,” lanjut pernyataan tersebut.

Simak Video “Bicara Viral Dokter Bayi 6 Bulan Meninggal Setelah Digendong Orang Tua”
[Gambas:Video 20detik]
(hnu/naf)