liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Ketum Demokrat AHY sepakat bahwa tak boleh ada pihak yang saling memaksakan kehendah saat membangun koalisi.

Jakarta, CNNIndonesia

Ketua Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, tidak boleh ada pihak yang saling memaksa dalam membangun koalisi.

Hal ini disampaikan menanggapi pernyataan Waketum NasDem Ahmad Ali tentang rencana membangun ‘Koalisi Perubahan’ bisa gagal jika ada pihak yang memaksakan kehendaknya.

“Yang jelas kita sepakat dalam upaya membangun aliansi tidak bisa saling memaksakan kehendak, memaksakan diri,” kata AHY di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (12/1).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

AHY ingin agar tokoh yang akan dicalonkan sebagai capres dan cawapres tidak dipilih berdasarkan suka atau tidak suka. Dia menekankan, calon presiden harus diputuskan berdasarkan parameter objektif.

“Kita ingin membangun komunikasi politik yang rasional, objektif, aktual dan faktual dengan mendengarkan dan tidak hanya mempercayai statistik yang tidak bisa dipastikan,” ujarnya.

Selain itu, AHY juga menjawab kemungkinan calon wakil presiden yang mendampingi Anies Baswedan bukanlah dirinya sendiri. Baginya, segala kemungkinan bisa didiskusikan dan ruang dialog masih terbuka lebar.

“Kalau ada sosok lain yang dianggap cocok untuk dipasangkan? Saya kembalikan ke jawaban saya tadi yang kita diskusikan, ruang yang tersedia akan kita buka bersama-sama,” ucapnya.

Demokrat belum memutuskan apakah akan bergabung dengan koalisi partai politik dan mendukung calon presiden tertentu.

Kemudian, Demokrat, PKS, dan NasDem berencana membangun kerja sama politik di Pilpres 2024 untuk mendukung Anies Baswedan. Namun, belum ada pernyataan resmi dari ketiga pihak tersebut.

(rzr/tsa)

[Gambas:Video CNN]