liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Saat sesi rapat di Dewan Keamanan PBB pada Rabu (30/11), sejumlah delegasi negara mengucapkan belasungkawa kepada China kecuali AS, Inggris, dan India.


Jakarta, CNNIndonesia

Amerika Serikat, Bahasa inggrisdan India tidak turut berduka cita atas meninggalnya mantan presiden tersebut CinaJiang Zemin, yang meninggal di usia 96 tahun pada Rabu (30/11).

Selama sesi pertemuan di Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu waktu New York, beberapa perwakilan negara menyampaikan belasungkawa mereka kepada China sebelum berpidato di pertemuan tersebut. Namun, perwakilan AS, Inggris, dan India pada pertemuan tersebut tidak melakukannya.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Mantan Presiden Jiang Zemin akan dikenang oleh masyarakat internasional atas kontribusinya yang berdedikasi bagi perdamaian, keamanan dan pembangunan global serta perannya dalam reformasi, keterbukaan, modernisasi dan pembangunan ekonomi China,” kata Presiden Dewan dan kepala dari Ghana. misi ke PBB, Duta Besar Harold Agyeman.

Setelah Agyeman mengatakan ini, semua delegasi berdiri dan mengheningkan cipta selama satu menit.

Dalam kesempatan itu, Duta Besar Rusia Vasily Nebenzya juga menyampaikan belasungkawa. Seolah ingin menunjukkan kedekatan Rusia dengan China, Nebenzya membandingkan pemerintahan Jiang dengan China saat ini.

“[Jiang] adalah seorang negarawan terkemuka. Periode terakhir sejarah baru China terkait erat dengan [kekuasaannya]yang ditandai dengan pencapaian besar dan pembangunan ekonomi dan sosial serta penguatan posisi internasional,” kata Nebenzya.

Duta besar lainnya, Mohammed Abushahab dari UEA, Fergal Mythen dari Irlandia, Ferit Hoxha dari Albania, dan Meena Syed dari Norwegia, juga memulai pidatonya dengan menyampaikan belasungkawa kepada China.

[Gambas:Video CNN]

Hanya India, Inggris, dan AS yang berbicara langsung tentang isi pertemuan tersebut.

Hingga Rabu sore, ketiga negara juga belum mengeluarkan pernyataan resmi atas kematian Jiang.

Departemen Luar Negeri AS sejauh ini belum berkomentar. Ini terjadi ketika AS dan China terus bersaing sengit untuk mendapatkan pengaruh, terutama di Eropa dan kawasan Indo-Pasifik.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengatakan bahwa Washington “bekerja untuk meningkatkan ketahanan masa depan NATO karena menghadapi tantangan baru, termasuk yang ditimbulkan oleh China.”

Dia juga merujuk pada pertemuan NATO pada bulan Juni ketika para anggota menyebut Beijing sebagai “tantangan sistemik untuk keamanan Euro-Atlantik”.

“Anggota aliansi kami tetap khawatir tentang kebijakan koersif [China] untuk penggunaan informasi yang salah, karena pembangunan militernya yang cepat tetapi tidak jelas, termasuk kerjasamanya dengan Rusia,” kata Blinken di Bucharest seperti dikutip The South China Morning Post.

Sementara itu, hubungan antara India dan China saat ini sedang tegang menyusul latihan militer gabungan AS-India di wilayah sengketa yang dekat dengan China.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian pernah mengatakan latihan tersebut melanggar kesepakatan antara China dan India pada tahun 1993 dan 1996. Dia juga mengatakan latihan tersebut hanya mempengaruhi kepercayaan bilateral antara kedua negara.

“Latihan militer bersama yang diadakan oleh India dan AS di dekat Garis Kontrol Aktual melanggar semangat perjanjian yang relevan yang ditandatangani oleh China dan India pada tahun 1993 dan 1996. Dan tidak membantu membangun kepercayaan bilateral,” katanya.

Di sisi lain, hubungan antara Inggris dan China juga tegang karena Inggris mendukung kedaulatan Taiwan atas China. Duta Besar China, Zheng Zeguang, bahkan mengkritik rencana kunjungan parlemen Inggris ke Taiwan.

Zheng mengatakan kunjungan itu merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip “Satu China” dan komunike bersama.

“Ini adalah […] campur tangan dalam urusan dalam negeri China pasti akan menyebabkan konsekuensi bencana bagi hubungan Sino-Inggris […] Kami meminta pihak Inggris untuk tetap berpegang pada komitmennya sendiri […] dan jangan remehkan sensitivitas ekstrem isu Taiwan, dan jangan ikuti jejak AS,” kata Zheng seperti dilansir The Guardian, dikutip Rabu (3/8/2022).

(blq/rds)

[Gambas:Video CNN]