liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
AKBP Arif Rachman mengaku awalnya percaya dengan yang disampaikan mantan Kapolres Jaksel Kombes Budhi Herdi terkait baku tembak di rumah dinas Ferdy Sambo.


Jakarta, CNNIndonesia

Mantan Wakaden B AKBP Polri Biro Provinsi Arif Rahman Arifin membantah pernah diperiksa Mabes Polri terkait kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Sementara itu, Arif membantah keterangan anggota Polri, Agus Saripul Hidayat, yang mengaku telah memeriksanya. Dia mengaku tidak pernah dimintai keterangan sama sekali.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Saya tidak pernah dimintai keterangan Pak. Saya tidak pernah minta izin dipanggil resmi atau disuruh lisan Pak. Mungkin Bapak lupa,” kata Arif dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jumat (12/2). . .

Kemudian, Arif menjelaskan kepada Agus tentang surat perintah penyidikan atas kematian Brigadir J. Pasalnya, Arif tidak pernah diperiksa Agus.

“Mungkin tadi bapak juga akhirnya nanya saya gak pernah tunjukin Sprin karena saya gak pernah Pak. Cek. Pertanyaan saya cuma satu bungkus. Kalau cek saya, saya tunjukin Sprin, maksudnya sesuai SOP, Pak?” kata Arif.

“Ya,” jawab Augustus.

Sebelumnya, saat bersaksi di persidangan, Agus mengaku mengenal Arif saat melakukan pemeriksaan terkait pelanggaran dan kode etik, salah satunya Arif.

“Memang ada pelanggaran kode etik, apa yang dilakukan terdakwa hingga saksi melakukan pemeriksaan?” tanya hakim.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Timsus Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Arif menemukan adanya beberapa pelanggaran kode etik seperti ikut serta dalam proses visum jenazah Brigadir. J bersama mantan Kepala Gakum Roprovost Divpropam Polri Susanto.

Belakangan, Arif juga memerintahkan penyidik ​​Polres Metro Jaksel membuat BAP saksi tewasnya Brigjen J hanya dengan mengganti gelar BAI yang dibuat Bareskrim.

“Ikut proses otopsi bersama AKBP Susanto, masuk ke ruang otopsi, dan memerintahkan penyidik ​​Polres Jaksel membuat BAP untuk ketiga saksi tersebut hanya untuk menggantikan BAP dari Bareskrim BAI yang sudah dibuat,” ujar Agus.

Duduk sebagai terdakwa adalah Arif Rachman yang dituding menghalangi penyidikan terkait penanganan dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.

Pelaku dilakukan bersama Ferdy Sambo, Kompol Baiquni Wibowo, AKP Irfan Widyanto, Kompol Chuck Putranto, Brigjen Hendra Kurnia, dan Kombes Agus Nurpatria Adi Purnama.

Atas perbuatannya, Arif dijerat Pasal 49 jo Pasal 33 anak perusahaan, Pasal 48 ayat (1) jo Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 233 KUHP anak perusahaan. Pasal 221 ayat (1) 2 juncto Pasal 55 KUHP.

(lna/fra)

[Gambas:Video CNN]