liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Sejumlah perwakilan Aremania mendatangi Istana untuk meminta perhatian Presiden Jokowi atas penanganan Tragedi Kanjuruhan yang mandek di kepolisian.

Jakarta, CNN Indonesia

Sejumlah perwakilan Aremania mengunjungi Istana Kepresidenan Jakarta untuk meminta perhatian Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowii) tentang penanganan Tragedi Kanjuruhan yang dinilai mandeg di pihak kepolisian, Kamis (5/1).

Rombongan Aremania diterima Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. Sementara itu, Jokowi tidak berada di Istana hari ini karena sedang berkunjung ke Provinsi Riau.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Dalam pertemuan itu, Aremania meminta Jokowi mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) untuk pembentukan tim investigasi independen. Aremania menilai polisi menghalangi proses hukum Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan sedikitnya 135 orang.

“Kami mohon kepada Pak Moeldoko, Pak Presiden Jokowi, tolong keluarkan Perppu bagi penyidik ​​independen di luar Polri karena Polri sudah tidak objektif lagi. Polri banyak kepentingannya,” kata Ketua Tim Advokasi Tragedi Kanjuruhan Imam Hidayat di upacara. Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/1).

Imam mengatakan, proses hukum yang sudah sampai tahap persidangan adalah kasus model A. Kasus ini merupakan temuan Polri.

Dalam kasus itu, penjahat hanya didakwa dengan pembunuhan. Aremania tidak menerima proses hukum karena menganggap Tragedi Kanjuruhan sebagai pembunuhan terencana.

Pada saat yang sama, Aremania membuat laporan polisi yang kemudian menjadi kasus model B. Namun, Polri sejauh ini menutup laporan dari tingkat Polri ke Bareskrim Polri.

“Terakhir kali kami dengar dari teman Arema, laporan model B tidak bisa jalan, tidak bisa masuk penyidikan kalau model A tidak selesai di pengadilan,” ujarnya.

“Kita akan bertarung nanti,” tambahnya.

Sebelumnya, 135 orang tewas dalam Tragedi Kanjuruhan. Tragedi itu terjadi usai pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut gas air mata yang ditembakkan polisi menjadi penyebab jatuhnya korban dalam tragedi tersebut.

(anak/anak)

[Gambas:Video CNN]