Indonesia sebelumnya telah dinyatakan sebagai negara bebas polio. Namun, satu kasus polio ditemukan di Aceh beberapa waktu lalu. Mengapa bisa demikian?


Jakarta, CNN Indonesia

Kasus ditemukan polio di Kabupaten Pidie, Aceh membuat banyak orang bertanya-tanya. Padahal, Indonesia sendiri sebelumnya telah dinyatakan sebagai negara bebas polio.

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama mengatakan, ada beberapa penyebab polio masih ditemukan di Aceh.

“Ada beberapa hal. Tapi yang paling penting adalah vaksinasi atau imunisasi yang belum komprehensif di daerah ini,” ujar Tjandra saat menjadi narasumber dalam acara Meet The Expert yang digelar Kemenkes secara daring, Jumat (25/11).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Diakui Tjandra, pandemi Covid-19 juga bisa menjadi salah satu faktor mengapa cakupan imunisasi anak tidak terpenuhi 100 persen. Namun, pemerintah sebenarnya telah mensosialisasikan minggu imunisasi yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada awal dan pertengahan tahun ini.

“Secara umum saya kira cakupan vaksinasi belum ideal sehingga timbul berbagai penyakit,” ujarnya.

Tjandra menduga kegagalan pemenuhan imunisasi, khususnya vaksin polio, karena penolakan masyarakat.

Menurutnya, sampai saat ini masih banyak yang menolak vaksin tersebut. Situasi ini tidak hanya terjadi di Indonesia.

Ia juga meminta masyarakat untuk memenuhi imunisasi anak. Imunisasi merupakan salah satu cara yang paling ampuh untuk menjaga kesehatan anak.

“Jadi memang kejadian masyarakat menolak vaksin sudah terjadi di banyak tempat. Mari kita tingkatkan cakupan vaksin yang lain. Kita akan belajar dari yang terjadi di Pidie,” ujarnya.

Pemerintah sendiri akan segera melaksanakan vaksinasi polio di wilayah Aceh, menyusul ditemukannya penderita polio beberapa waktu lalu. Imunisasi ini akan menggunakan noPV2 buatan Bio Farma.

Sebelumnya, seorang anak di Kabupaten Pidie, Aceh, didiagnosis polio tipe-2 dengan gejala utama lumpuh mendadak.

Setelah menguji sampel feses, virus polio ditemukan pada tiga anak lainnya. Meski begitu, ketiga anak ini belum bisa dikatakan sakit karena tidak mengalami gejala kelumpuhan mendadak.

(tst/asr)

[Gambas:Video CNN]