liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Sebelum didaftarkan sebagai Cawaketum PSSI periode 2023-2027, Iwan Budianto sudah memaparkan alasan enggan maju lagi sebagai pengurus.

Jakarta, CNN Indonesia

Wakil Ketua PSSI Ivan Budianto menegaskan tidak akan mengikuti lagi pencalonan Komite Eksekutif 2023-2027 yang akan digelar pada Kongres Luar Biasa (KLB) pada 16 Februari mendatang.

Iwan sudah menyatakan tidak akan bergabung ke kepengurusan PSSI pada 15 Januari 2023, namun masih ada pihak yang mendaftarkannya sebagai calon wakil ketua.

Nama Iwan juga masuk dalam daftar calon wakil ketua yang diajukan Panitia Seleksi (KP) PSSI pada 16 Januari lalu.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Sehari setelah pengumuman, Iwan kemudian melayangkan surat ke KP PSSI berisi permintaan untuk menghapus namanya dari daftar calon Waketum PSSI.

‚ÄúSeperti yang saya sampaikan pada pernyataan saya sebelumnya, bahwa saya belum siap untuk dicalonkan dan tidak akan mengajukan diri untuk pencalonan Komite Eksekutif PSSI periode 2023-2027, baik sebagai Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, atau Anggota PSSI. Komite Eksekutif.”

“Bersamaan dengan surat ini, saya meminta Panitia Seleksi PSSI menghapus nama saya dari daftar calon Pengurus Besar PSSI periode 2023-2027,” tulisnya.

Dalam surat tersebut, Iwan tidak mencantumkan alasan permintaan pencabutan nama dari daftar Cawaketum PSSI, namun pemegang saham mayoritas Arema FC itu terlebih dahulu menjelaskan dasar keputusannya untuk tidak kembali mencalonkan diri sebagai pengurus PSSI pada 15 Januari lalu.

“Penyebabnya karena tragedi di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang (10/1/2022) yang menelan banyak korban jiwa,” tulis PSSI di laman resmi federasi sepak bola Indonesia.

Iwan menyatakan tidak pantas dan tidak etis dirinya kembali menjadi Exco PSSI sehingga tidak mau dan tidak bersedia dicalonkan.

[Gambas:Video CNN]

(nv/nv)