AKBP Ari Cahya Nugraha (Acay) mengaku diperintah Hendra Kurniawan untuk tidak melaporkan secara detail soal kematian Brigadir J ke Dirtipidum Bareskrim Polri.


Jakarta, CNNIndonesia

AKBP Ari Cahya Nugraha atau Acay mengaku mendapat instruksi dari mantan Propam Karo Paminal Hendra Kurniawan untuk melaporkan kematian tersebut. Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan kepada Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Brigjen Pol Andi Rian Djajadi.

Namun, Acay diminta untuk tidak menjelaskan detail kejadian tersebut.

Hal itu disampaikan Acay saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan dugaan obstruksi keadilan dengan terdakwa Baiquni Wibowo dan Chuck Putranto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/11).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Mendapat pesanan tersebut, Acay yang berada di Bali kemudian menghubungi Andi Rian melalui telepon.

“Hendra Kurniawan (berkata) ‘silakan Acay beritahu Direktur’. Saya telepon Direktur lalu Direktur panggil,” kata Acay.

Kendati demikian, Hendra meminta Acay tak membeberkan detail kejadian di rumah dinas Sambo itu.

“Berikan saja kulitnya. Nanti Direktur akan menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut,” ujarnya.

“Jadi apa kulitnya?” tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Yang benar jendral itu ada kejadian di rumah dinas Kadiv Propam, informasi yang saya terima tadi malam ada kejadian penembakan,” jawab Acay.

Andi Rian mengaku sudah berkomunikasi dengan Hendra terkait peristiwa yang menewaskan Brigadir J.

“Apa jawaban sutradara kalau begitu?” tanya jaksa.

“Saya sudah komunikasi dengan Karo Paminal,” kata Acay menirukan suara Andi Rian.

Baiquni Wibowo dan Chuck Putranto diadili atas kasus menghalang-halangi penyidikan terkait penanganan dugaan rencana pembunuhan Brigadir J.

Perbuatan tersebut dilakukan bersama Ferdy Sambo, Hendra Kurniawan, Arif Rachman Arifin, Irfan Widyanto, dan Agus Nurpatria Adi Purnama.

Atas perbuatannya, Baiquni dan Chuck dijerat Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 ayat (1) jo Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 233 Pidana. KUHP Subsider Pasal 221 ayat (1) s/d 2 juncto Pasal 55 KUHP.

(lna/sfr)

[Gambas:Video CNN]