Setelah subvarian XBB, muncul subvarian baru yang disebut dengan BN.1. Apa saja gejala Covid varian terbaru ini?


Jakarta, CNNIndonesia

Setelah subvarian XBB, subvarian baru bernama BN.1 muncul. Apa saja gejalanya? Covid varian terbaru ini?

Subvarian BN.1 kini menjadi perbincangan hangat. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan bahwa BN.1 merupakan subvarian atau mutasi dari varian Omicron dari SARS-CoV-2.

Saat ini, BN.1 telah terdeteksi di lebih dari 30 negara, termasuk Amerika Serikat, Austria, Australia, Inggris, India, Jerman, dan Korea Selatan. Namun varian terbaru ini belum terdeteksi di Indonesia.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Namun, kewaspadaan tidak boleh berkurang, mengingat tren kasus Covid-19 akhir-akhir ini terus meningkat.

Gejala Varian Terbaru Covid-19

Salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran adalah dengan memahami karakteristik Covid-19.

Pada dasarnya subvarian yang satu ini dilaporkan menyebabkan gejala yang relatif ringan, mirip dengan flu. Gejalanya juga tidak berbeda dengan subvarian Omicron lainnya.

Berikut beberapa gejala Covid varian terbaru yang perlu diwaspadai.

1. Batuk

Salah satu gejala Covid subvarian BN.1 adalah batuk, terutama batuk kering. Inilah yang membedakan batuk Covid-19 dengan batuk yang disebabkan oleh pilek.

Pada kasus flu biasa, batuk biasanya mengeluarkan lendir sehingga menyebabkan batuk berdahak. Sedangkan batuk akibat Covid-19 berupa batuk kering, meski terkadang ada juga pasien yang batuk berdahak.

2. Dingin

Ilustrasi. Dingin, salah satu gejala Covid varian terbaru. (iStockphoto/evrim ertik)

Di tengah musim hujan seperti sekarang ini, hawa dingin sepertinya menjadi ‘langganan’ bagi sebagian orang. Namun, ternyata pilek juga merupakan tanda BN subvarian Covid-19.1.

Bagaimana membedakan pilek Covid-19 dengan flu biasa? Untuk itu, Anda perlu melakukan tes antigen atau PCR untuk mengetahui hasil yang lebih pasti.

3. Sakit tenggorokan

Selain batuk dan pilek, kecurigaan harus mengarah ke Covid-19 jika sakit tenggorokan. Biasanya sakit tenggorokan disertai dengan batuk kering.

Batuk merupakan mekanisme tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari tenggorokan atau saluran pernapasan. Namun, jika batuk terus berulang tanpa ada benda asing yang keluar maka tenggorokan menjadi gatal dan perih.

4. Sakit kepala

Seperti gejala varian sebelumnya, gejala Covid varian terbaru adalah sakit kepala. Sensasi nyeri akan berbeda pada setiap orang. Tapi, umumnya sakit kepala akan muncul berupa sensasi berdenyut disertai pusing.

5. Kelelahan

Infeksi subvarian BN.1 memicu kelelahan. Rasa lelah ini terkadang muncul tanpa sebab.

Kelelahan biasanya muncul karena sistem imun tubuh sedang bekerja keras melawan virus yang masuk.

6. Nyeri otot atau persendian

Ilustrasi. Nyeri otot, salah satu gejala Covid varian terbaru. (Istockphoto/Aleksej Sarifulin)

Pernahkah Anda merasakan nyeri pada otot atau persendian? Nyeri ini biasanya diabaikan karena dianggap normal.

Namun, di musim pandemi saat ini, nyeri otot atau persendian patut dicurigai sebagai gejala Covid-19. Terkadang rasa sakit juga bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain.

7. Demam

Demam adalah peningkatan suhu tubuh di atas suhu normal. Namun, suhu tubuh normal akan berbeda satu sama lain pada setiap usia.

Merujuk dari berbagai sumber, berikut adalah suhu tubuh normal pada setiap usia:

– bayi 36,3-37,7 derajat Celcius,
– anak-anak 36,1-37,7 derajat Celcius,
– dewasa 36,5-37,5 derajat Celcius.

Demam merupakan salah satu gejala dari varian terbaru Covid. Pastikan hal ini dengan melakukan tes atau tes PCR/swab antigen.

(lain/asr)

[Gambas:Video CNN]