liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Stunting kembali menjadi tema perayaan Hari Gizi Nasional. Ada beberapa penyebab stunting yang perlu diketahui.

Jakarta, CNN Indonesia

tindakan kembali ke tema perayaan Hari Gizi Nasional. Stunting sepertinya masih menjadi pembicaraan.

Ahli gizi klinis RS Siloam, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Marya Haryono mengatakan, banyak faktor yang dapat menyebabkan anak mengalami stunting.

“Penyebabnya multifaktor, memang yang paling utama gizi buruk,” kata Marya dalam acara yang digelar Kalbe di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/1).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Marya juga mengatakan, faktor ekonomi bukan satu-satunya penyebab stunting. Beberapa anak dari keluarga mampu juga bisa mengalami stunting.

Penyebabnya terhambat

Berikut beberapa hal yang dapat menyebabkan anak mengalami stunting.

1. Nutrisi tidak terpenuhi selama kehamilan

Marya menuturkan, pemenuhan nutrisi selama hamil penting untuk diperhatikan. Ibu hamil harus mengonsumsi makanan bergizi sejak awal kehamilan.

Yang perlu diingat, stunting tidak terjadi hanya karena nutrisi anak tidak terpenuhi saat masih bayi. Namun, stunting juga bisa terjadi akibat nutrisi yang tidak adekuat sejak hamil.

2. Masalah rumah tangga

Ilustrasi. Situasi keluarga juga menjadi faktor penyebab stunting. (Istockphoto/ Fizkes)

Keluarga yang harmonis sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak Anda. Jika ibu dan ayah tidak cocok, anak akan mengalami kehidupan yang tidak memperhatikan. Pola makan anak menjadi tidak teratur.

Oleh karena itu, sangat penting bagi anak untuk tumbuh dalam keluarga yang harmonis.

“Ya, [keharmonisan rumah tangga] berpengaruh, meskipun tidak secara langsung. Jadi tidak cukup hanya dengan ekonomi orang tua saja sudah cukup. Karena anak-anak butuh perhatian penuh dari orang tuanya,” kata Marya.

3. Masalah ekonomi

Faktor ekonomi memang mempengaruhi pemenuhan gizi anak Anda. Namun bukan berarti masalah ekonomi tersebut dialami oleh keluarga yang tidak mampu.

Kata Marya, masalah ekonomi ini berkaitan dengan daya beli. Misalnya ketika orang tua cukup hemat, namun tidak pernah membeli makanan dengan gizi dan gizi yang cukup. Hal ini juga akan membuat anak mengalami masalah stunting.

“Misalnya, orang tua tidak memperhatikan. Terlalu sering memberi makanan cepat saji, gizi tidak terpenuhi,” ujarnya.

4. Lingkungan kotor

Tempat tinggal yang bersih sangat penting bagi perkembangan tubuh anak. Jika lingkungan kotor, makanan yang dimakan anak juga ikut kotor.

Efeknya, bisa mempengaruhi tumbuh kembang hingga ke tahap stunting.

“Memang banyak faktor yang bisa menyebabkan anak mengalami stunting, tapi polanya sama yang berujung pada malnutrisi dan malnutrisi pada anak,” ujarnya.

(tst/asr)