liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
21 Ribu Orang Teken Petisi Minta WFH Lagi Pasca PPKM Dicabut


Jakarta

Pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung hampir tiga tahun membuat masyarakat mulai terbiasa dengan sistem Work From Home (WFH). Salah satu manfaat yang memberikan dampak bagi masyarakat adalah berkurangnya kemacetan lalu lintas dan polusi di ibu kota.

Namun, sejak penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dihapuskan oleh Jokowi, banyak perusahaan yang tidak lagi menggunakan aturan kerja dari kantor. Hal ini juga didukung dengan kasus COVID-19 yang semakin hari semakin berkurang dan pembatasan orang bukan lagi sebuah kewajiban.

Akibatnya, kemacetan lalu lintas mulai muncul di beberapa tempat yang rawan macet dan area perkantoran kembali ramai. Atas dasar itu, baru-baru ini sebuah petisi menjadi viral untuk meninjau aturan wajib 100 persen Work From Office (WFO).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Sorotan utama dari petisi tersebut adalah dampak kepadatan yang mempengaruhi kinerja dan meningkatkan stres pekerja. Selain itu, cuaca yang buruk membuat tenaga kerja semakin terbuang percuma di perjalanan.

“WFO juga tidak serta merta membuat kita lebih produktif. Karena perjalanan yang jauh, saya justru semakin lelah, dan hasil kerja saya tidak sebaik work from home. Di rumah, saya merasa lebih percaya diri, lebih aman, dan juga merasa lebih nyaman,” tulis Riwaty Sidabutar, pemohon yang mengunggahnya di Change.org.

Selain itu, Riwanty menginspirasi WFH dengan udara yang lebih asri dan sehat sehingga kualitas produktivitas karyawan lebih tinggi.

“Saya yakin, dengan regulasi dari pemerintah, kantor akan lebih fleksibel sehingga para pekerja lebih nyaman,” lanjutnya.

Melalui pemantauan detikcom pada Minggu (8/1/2022), petisi bertajuk “Kembali ke WFH Karena Jalan Semakin Macet, Berpolusi, dan Membuatnya Tidak Produktif” ditandatangani oleh 21.273 orang. Untuk mencapai tujuannya, Riwaty menargetkan 25.000 tanda tangan.

Simak videonya “Petisi ‘Kembali WFH’ sudah ditandatangani hampir 15 ribu orang”
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)